SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Selasa, 04 November 2014

Edema Paru

MAKALAH
SISTEM RESPIRASI
“EDEMA PARU”
Dosen Pengasuh dr. Wahyu Sudarsono, MPH

Disusun Oleh:
Enni Lovisa Putri 1126010030
Misi Lasita 1126010035
Satrio Noviansyah 1126010034
Veni Alvanita Citra Dewi 1126010013
Anggit Prastiyo 1126010024
Ayu Susana 11260100
SEKOLAH TINNGI ILMU KESEHATAN (STIKES)
TRI MANDIRI SAKTI 
BENGKULU
2013
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Paru – paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apeks (puncak) di atas dan muncul sedikit lebih tinggi daripada klavikula di dalam leher. Paru – paru ada dua, merupakan alat pernapasan utama. Paru – paru mengisi rongga dada. Terletak di sebelah kanan dan kiri dan di tengah dipisahkan oleh jantung berserta pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak di dalam mediastinum.
Pulmonary edema adalah istilah yang digunakan ketika edema terjadi di paru-paru. Edema paru merupakan kondisi yang disebabkan oleh kelebihan cairan di paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya pertukaran gas dan dapat menyebabkan gagal napas. Edema Paru dapat terjadi akibat kegagalan jantung memindahkan cairan dari sirkulasi paru (Edema Paru Kardiogenik) atau akibat trauma langsung pada parenkim paru (Edema Paru Non-Kardiogenik). Pengobatan tergantung dari penyebab, tapi lebih menitikberatkan pada memaksimalkan fungsi respirasi dan menyingkirkan penyebab.
Edema paru terjadi oleh karena adanya aliran cairan dari  darah ke ruang intersisial paru yang selanjutnya ke alveoli paru,  melebihi aliran cairan kembali ke darah atau melalui saluran  limfatik.
Dari uraian di atas, maka penulis rasa perlu dilakukan pemahaman lebih dalam guna mengetahui bagaimana sebenarnya proses patofisiologi edema paru hingga bagaimana cara menangani pasien dengan edema paru sebagai perawat berdasar pada diagnosa – diagnosa keperawatan yang muncul akibat edema paru.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, didapatkan rumusan masalahnya yaitu sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan edema paru?
2. Bagaimana etiologi edema paru?
3. Bagaimana patofisiologi edema paru?
4. Apa klasifikasi edema paru?
5. Bagaimana manifestasi edema paru?
6. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan edema paru?

C. Tujuan 
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan edema paru?
2. Bagaimana etiologi edema paru?
3. Bagaimana patofisiologi edema paru?
4. Apa klasifikasi edema paru?
5. Bagaimana manifestasi edema paru?
6. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan edema paru?













BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi
Edema Paru adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan abnormal dari air di kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru. Alveoli adalah struktur-struktur pada ujung dari saluran pernafasan di paru-paru yang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas-gas antara udara di dalam paru-paru dan aliran darah. Pada edema paru, jumlah cairan yang berlebihan di alveoli mengganggu difusi normal dari oksigen ke dalam aliran darah melalui dinding alveoli. Kondisi ini akan mengurangi kemampuan paru-paru untuk mengoksigenasi darah, menyebabkan gejala, seperti pernafasan yang pendek, kesulitan bernafas, batuk dan kecemasan.
Pulmonary edema adalah istilah yang digunakan ketika edema terjadi di paru-paru. Area yang langsung diluar pembuluh-pembuluh darah kecil pada paru-paru ditempati oleh kantong-kantong udara yang sangat kecil yang disebut alveoli. Ini adalah dimana oksigen dari udara diambil oleh darah yang melaluinya, dan karbon dioksida dalam darah dikeluarkan kedalam alveoli untuk dihembuskan keluar. Alveoli normalnya mempunyai dinding yang sangat tipis yang mengizinkan pertukaran udara ini, dan cairan biasanya dijauhkan dari alveoli kecuali dinding-dindig ini kehilangan integritasnya.

B. Etiologi
1. Ketidak-seimbangan Starling Forces
a. Peningkatan tekanan kapiler paru:
Peningkatan tekanan vena paru tanpa adanya gangguan  fungsi ventrikel kiri (stenosis mitral).
Peningkatan tekanan vena paru sekunder oleh karena  gangguan fungsi ventrikel kiri.
Peningkatan tekanan kapiler paru sekunder oleh karena  peningkatan tekanan arteria pulmonalis (over perfusion pulmonary edema).

b. Penurunan tekanan onkotik plasma:
Hipoalbuminemia sekunder oleh karena penyakit ginjal,  hati, protein-losing enteropaday, penyakit dermatologi atau penyakit nutrisi.
c. Peningkatan tekanan negatif intersisial:
Pengambilan terlalu cepat pneumotorak atau efusi pleura (unilateral).
Tekanan pleura yang sangat negatif oleh karena obstruksi  saluran napas akut bersamaan dengan peningkatan end-expiratory volume (asma).
d. Peningkatan tekanan onkotik intersisial:
Sampai sekarang belum ada contoh secara percobaan maupun klinik.
2. Perubahan permeabilitas membran alveolar-kapiler (Adult Respiratory Distress Syndrome)
a. Pneumonia (bakteri, virus, parasit).
b. Bahan toksik inhalan.
c. Bahan asing dalam sirkulasi (bisa ular, endotoksin bakteri,  alloxan, alpha-naphthyl thiourea).
d. Aspirasi asam lambung.
e. Bahan vasoaktif endogen (histamin, kinin).

C. Patofisiologi
Edema pada umumnya, berarti pembengkakan. Ini secara khas terjadi ketika cairan dari bagian dalam pembuluh-pembuluh darah merembes keluar pembuluh darah kedalam jaringan-jaringan sekelilingnya, menyebabkan pembengkakan. Ini dapat terjadi karena terlalu banyak tekanan dalam pembuluh-pembuluh darah atau tidak ada cukup protein-protein dalam aliran darah untuk menahan cairan dalam plasma (bagian dari darah yang tidak megandung segala sel-sel darah).
Edema paru adalah istilah yang digunakan ketika edema terjadi di paru-paru. Area yang langsung diluar pembuluh-pembuluh darah kecil pada paru-paru ditempati oleh kantong-kantong udara yang sangat kecil yang disebut alveoli. Ini adalah dimana oksigen dari udara diambil oleh darah yang melaluinya, dan karbon dioksida dalam darah dikeluarkan kedalam alveoli untuk dihembuskan keluar. Alveoli normalnya mempunyai dinding yang sangat tipis yang mengizinkan pertukaran udara ini, dan cairan biasanya dijauhkan dari alveoli kecuali dinding-dindig ini kehilangan integritasnya.            
Edema Paru terjadi ketika alveoli dipenuhi dengan kelebihan cairan yang merembes keluar dari pembuluh-pembuluh darah dalam paru sebagai gantinya udara. Ini dapat menyebabkan persoalan-persoalan dengan pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida), berakibat pada kesulitan bernapas dan pengoksigenan darah yang buruk. Adakalanya, ini dapat dirujuk sebagai “air dalam paru-paru” ketika menggambarkan kondisi ini pada pasien-pasien. Pulmonary edema dapat disebabkan oleh banyak faktor-faktor yang berbeda. Ia dapat dihubungkan pada gagal jantung, disebut cardiogenic pulmonary edema, atau dihubungkan pada sebab-sebab lain, dirujuk sebagai non-cardiogenic pulmonary edema.

D. Klasifikasi
Berdasarkan penyebabnya, edema paru terbagi menjadi 2, kardiogenik dan  non-kardiogenik. Hal ini penting diketahui oleh karena pengobatannya sangat berbeda. Edema Paru Kardiogenik disebabkan oleh adanya Payah Jantung Kiri apapun sebabnya. Edema Paru Kardiogenik yang akut disebabkan oleh adanya Payah Jantung  Kiri Akut. Tetapi dengan adanya faktor presipitasi, dapat  terjadi pula pada penderita Payah Jantung Kiri Khronik.

1. Edema Paru Kardiogenik
Edema paru kardiogenik ialah edema yang disebabkan oleh adanya kelainan pada organ jantung. Misalnya, jantung tidak bekerja semestinya seperti jantung memompa tidak bagus atau jantung tidak kuat lagi memompa. 
Edema paru kardiogenik berakibat dari tekanan yang tinggi dalam pembuluh-pembuluh darah dari paru yang disebabkan oleh fungsi jantung yang buruk. Gagal jantung kongestif yang disebabkan oleh fungsi pompa jantung yang buruk (datang dari beragam sebab-sebab seperti arrhythmias dan penyakit-penyakit atau kelemahan dari otot jantung), serangan-serangan jantung, atau klep-klep jantung yang abnormal dapat menjurus pada akumulasi dari lebih dari jumlah darah yang biasa dalam pembuluh-pembuluh darah dari paru-paru. Ini dapat, pada gilirannya, menyebabkan cairan dari pembuluh-pembuluh darah didorong keluar ke alveoli ketika tekanan membesar.
2. Edema Paru Non-Kardiogenik
Edema paru non-kardiogenik ialah edema yang umumnya disebabkan oleh hal berikut:
a. Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Pada ARDS, integritas dari alveoli menjadi terkompromi sebagai akibat dari respon peradangan yang mendasarinya, dan ini menurus pada alveoli yang bocor yang dapat dipenuhi dengan cairan dari pembuluh-pembuluh darah.
b. kondisi yang berpotensi serius yang disebabkan oleh infeksi-infeksi yang parah, trauma, luka paru, penghirupan racun-racun, infeksi-infeksi paru, merokok kokain, atau radiasi pada paru-paru.
c. Gagal ginjal dan ketidakmampuan untuk mengeluarkan cairan dari tubuh dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam pembuluh-pembuluh darah, berakibat pada pulmonary edema. Pada orang-orang dengan gagal ginjal yang telah lanjut, dialysis mungkin perlu untuk mengeluarkan kelebihan cairan tubuh.
d. High altitude pulmonary edema, yang dapat terjadi disebabkan oleh kenaikan yang cepat ke ketinggian yang tinggi lebih dari 10,000 feet.
e. Trauma otak, perdarahan dalam otak (intracranial hemorrhage), seizure-seizure yang parah, atau operasi otak dapat adakalanya berakibat pada akumulasi cairan di paru-paru, menyebabkan neurogenic pulmonary edema.
f. Paru yang mengembang secara cepat dapat adakalanya menyebabkan re-expansion pulmonary edema. Ini mungkin terjadi pada kasus-kasus ketika paru mengempis (pneumothorax) atau jumlah yang besar dari cairan sekeliling paru (pleural effusion) dikeluarkan, berakibat pada ekspansi yang cepat dari paru. Ini dapat berakibat pada pulmonary edema hanya pada sisi yang terpengaruh (unilateral pulmonary edema).
g. Overdosis pada heroin atau methadone dapat menjurus pada pulmonary edema. 
Overdosis aspirin atau penggunaan dosis aspirin tinggi yang kronis dapat menjurus pada aspirin intoxication, terutama pada kaum tua, yang mungkin menyebabkan pulmonary edema.
h. Penyebab-penyebab lain yang lebih jarang dari non-cardiogenic pulmonary edema mungkin termasuk pulmonary embolism (gumpalan darah yang telah berjalan ke paru-paru), luka paru akut yang berhubungan dengan transfusi atau transfusion-related acute lung injury (TRALI), beberapa infeksi-infeksi virus, atau eclampsia pada wanita-wanita hamil.


E. Manifestasi Klinis
Gejala yang paling umum dari pulmonary edema adalah sesak napas. Ini mungkin adalah penimbulan yang berangsur-angsur jika prosesnya berkembang secara perlahan, atau ia dapat mempunyai penimbulan yang tiba-tiba pada kasus dari pulmonary edema akut. 
Gejala-gejala umum lain mungkin terjadi, seperti:
Mudah lelah
Lebih cepat mengembangkan sesak napas daripada normal dengan aktivitas yang biasa (dyspnea on exertion)
Napas yang cepat (tachypnea)
Kelemahan.
Tingkat oksigen darah yang rendah (hypoxia) mungkin terdeteksi pada pasien-pasien dengan pulmonary edema. Lebih jauh, atas pemeriksaan paru-paru dengan stethoscope, dokter mungkin mendengar suara-suara paru yang abnormal, sepeti rales atau crackles (suara-suara mendidih pendek yang terputus-putus yang berkoresponden pada muncratan cairan dalam alveoli selama bernapas).
Manifestasi klinis Edema Paru secara spesifik juga dibagi dalam 3 stadium, yaitu:
Stadium I
Adanya distensi dan pembuluh darah kecil paru yang prominen akan memperbaiki pertukaran gas di paru dan sedikit meningkatkan kapasitas difusi gas CO. Keluhan pada stadium ini mungkin hanya berupa adanya sesak napas saat bekerja. Pemeriksaan fisik juga tak jelas menemukan kelainan, kecuali mungkin adanya ronkhi pada saat inspirasi karena terbukanya saluran napas yang tertutup pada saat inspirasi.
Stadium II
Pada stadium ini terjadi edema paru intersisial. Batas pembuluh darah paru menjadi kabur, demikian pula hilus juga menjadi kabur dan septa interlobularis menebal (garis Kerley B). Adanya penumpukan cairan di jaringan kendor inter-sisial, akan lebih memperkecil saluran napas kecil, terutama di daerah basal oleh karena pengaruh gravitasi. Mungkin pula terjadi refleks bronkhokonstriksi. Sering terdapat takhipnea. Meskipun hal ini merupakan tanda gangguan fungsi ventrikel kiri, tetapi takhipnea juga membantu memompa aliran limfe sehingga penumpukan cairan intersisial diperlambat. Pada pemeriksaan spirometri hanya terdapat sedikit perubahan saja.
Stadium III
Pada stadium ini terjadi edema alveolar. Pertukaran gas sangat terganggu, terjadi hipoksemia dan hipokapnia. Penderita nampak sesak sekali dengan batuk berbuih kemerahan. Kapasitas vital dan volume paru yang lain turun dengan nyata. Terjadi right-to-left intrapulmonary shunt. Penderita biasanya menderita hipokapnia, tetapi pada kasus yang berat dapat terjadi hiperkapnia dan acute respiratory acidemia. Pada keadaan ini morphin hams digunakan dengan hati-hati.

Edema paru yang terjadi setelah Infark Miokard Akut biasanya akibat hipertensi kapiler paru. Namun percobaan pada anjing yang dilakukan ligasi arteriakoronaria, terjadi edema paru walaupun tekanan kapiler paru normal, yang dapat dicegah de-ngan pemberian indomethacin sebelumnya. Diperkirakan bahwa dengan menghambat cyclooxygenase atau cyclic nucleotide phosphodiesterase akan mengurangi edema’ paru sekunder akibat peningkatan permeabilitas alveolar-kapiler; pada ma-nusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kadang kadang penderita dengan Infark Miokard Akut dan edema paru, tekanan kapiler pasak parunya normal; hal ini mungkin disebabkan lambatnya pembersihan cairan edema secara radiografi meskipun tekanan kapiler paru sudah turun atau kemungkinan lain pada beberapa penderita terjadi peningkatan permeabilitas alveolar-kapiler paru sekunder oleh karena adanya isi sekuncup yang rendah seperti pada cardiogenic shock lung.

F. Asuhan Keperawatan
1. Pengkajian
Usia: Klien dewasa dan bayi cenderung mengalami dibandingkan remaja/dewasa muda.
a. Riwayat Masuk
Klien  biasanya dibawa ke rumah sakit setelah sesak nafas, cyanosis atau batuk-batuk disertai dengan demam tinggi/tidak. Kesadaran kadang sudah menurun dan dapat terjadi dengan tiba-tiba pada trauma. Berbagai etiologi yang mendasar dengan masing-masik tanda klinik mungkin menyertai klien
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Predileksi penyakit sistemik atau berdampak sistemik seperti sepsis, pancreatitis, Penyakit paru, jantung serta kelainan organ vital bawaan serta penyakit ginjal mungkin ditemui pada klien
c. Pemeriksaan fisik
Sistem Integumen
Kulit pucat, cyanosis, turgor menurun (akibat dehidrasi sekunder), banyak keringat , suhu kulit meningkat, kemerahan
Sistem Pulmonal
Sesak nafas, dada tertekan. Pernafasan cuping hidung, hiperventilasi, batuk (produktif/nonproduktif), sputum banyak, penggunaan otot bantu pernafasan, pernafasan diafragma dan perut meningkat, Laju pernafasan meningkat, terdengar stridor, ronchii pada lapang paru.
Sistem Cardiovaskuler
Sakit dada, denyut nadi meningkat, pembuluh darah vasokontriksi, kualitas darah menurun, denyut jantung tidak teratur, suara jantung tambahan.
Sistem Neurosensori
Gelisah, penurunan kesadaran, kejang, GCS menurun, refleks menurun/normal.
Sistem Musculoskeletal
Lemah, cepat lelah, nyeri otot/normal.

2. Diagnosa dan Intervensi
a. Ketidakefektifan pola nafas  berhubungan dengan kelelahan dan pemasangan alat bantu nafas. 
Intervensi: Atur posisi semi fowler, observasi tanda dan gejala sianosis, berikan terapi oksigenasi, observasi tanda-tanda vital, observasi timbulnya gagal nafas, kolaborasi dengan tim medis dalam memberikan pengobatan.
Rasional: Jalan nafas yang longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat berjalan dengan lancar. Informasi yang adekuat dapat membawa pasien lebih kooperatif dalam memberikan terapi. Jalan nafas yang longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat berjalan dengan lancar. Sianosis merupakan salah satu tanda manifestasi ketidakadekuatan suply O2 pada jaringan tubuh perifer. Pemberian oksigen secara adequat dapat mensuplai dan memberikan cadangan oksigen, sehingga mencegah terjadinya hipoksia. Dyspneu, sianosis merupakan tanda terjadinya gangguan nafas disertai dengan kerja jantung yang menurun timbul takikardia dan capilary refill time yang memanjang/lama. Ketidakmampuan tubuh dalam proses respirasi diperlukan intervensi yang kritis dengan menggunakan alat bantu pernafasan (mekanical ventilation). Pengobatan yang diberikan berdasar indikasi sangat membantu dalam proses terapi keperawatan

b. Gangguan pertukaran Gas berhubungan dengan distensi kapiler pulmonar.
Intervensi: Atur posisi pasien semi fowler, bantu pasien untuk melakukan reposisi secara sering.
Rasional: Jalan nafas yang longgar dan tidak ada sumbatan proses respirasi dapat berjalan dengan lancar. Posisi yang berbeda menurunkan resiko perlukaan akibat imobilisasi
c. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan area invasi mikroorganisme sekunder terhadap pemasangan selang endotrakeal.
Intervensi: Observasi daerah pemasangan selang endotrakheal, lakukan tehnik perawatan secara aseptik
Rasional: Kebersihan area pemasangan selang menjadi factor resiko masuknya mikroorganisme. Meminimalkan organisme yang kontak dengan pasien dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi.

3. Evaluasi 
Disimpulkan berdasarkan pada sejauh mana keberhasilan mencapai kriteria hasil, sehingga dapat diputuskan apakah intervensi tetap dilanjutkan, dihentikan, atau diganti jika tindakan yang sebelumnya tidak berhasil






BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Edema Paru adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan abnormal dari air di kantung udara (alveoli) di dalam paru-paru. Edema pada umumnya, berarti pembengkakan. Ini secara khas terjadi ketika cairan dari bagian dalam pembuluh-pembuluh darah merembes keluar pembuluh darah kedalam jaringan-jaringan sekelilingnya, menyebabkan pembengkakan.
Adapun klasifikasi dari edema paru, yaitu: 
1. Edema paru kardiogenik ialah edema yang disebabkan oleh adanya kelainan pada organ jantung.
2. Edema paru non-kardiogenik ialah edema yang umumnya disebabkan oleh hal, yaitu Acute respiratory distress syndrome (ARDS), kondisi yang berpotensi serius, trauma otak, gagal ginjal dan lain – lain. 

B. Saran 
1. Diharapkan pembaca dapat memahami definisi, etiologi, patofisiologi, klasifikasi, manifestasi, dan asuhan keperawatan dari edema paru.
2. Perawat diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan yang baik dan benar pada pasien dengan edema paru.







DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E, dkk. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC.
Francis, Caia. 2008. Perawatan Respirasi. Jakarta: Erlangga.
Guyton, Arthur C. dan John E. Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC.
 Mansjoer, Arif. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: FKUI

http//: www.google.com/ Edema Paru. 09 April 2013. 

Read More...

Zat Gizi Makro

KOMUNITAS
“ZAT GIZI MAKRO”


Di Susun Oleh :
Kelompok I

Eda Nastaliza                        1126010012
Leni Rahmawati                   1126010026
Satrio Noviansyah               1126010034
Misi Lasita                            1126010035

PROGRAM ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
TRI MANDIRI SAKTI BENGKULU
2012/2013


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Zat gizi merupakan ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fugsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses kehidupan. Zat gizi tersebut terdiri atas zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi ini memiliki peranan yang penting di dalam tubuh, apabila zat gizi tersebut tidak tepenuhi atau pun kelebihan maka dapat menyebabkan penyakit yang merugikan bagi tubuh seperti obesitas, dyslaxia, dan lain-lain.
Dalam makalah ini, kami akan membahas secara dalam mengenai zat gizi makro. Zat gizi makro tersebut terdiri atas karbohidrat, lemak/lipid, dan protein. Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda walaupun terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Lemak (lipid) adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energy yang utama untuk proses metabolism tubuh. Sedangkan protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air.
Dengan demikian, kita selaku perawat hendaknya mengetahui apa saja yang terdapat pada zat gizi mikro, dampak yang ditimbulkan apabila kelebihan dan kekurangan zat gizi. Sehingga dampak yang ditimbulkan bisa teratasi dan dapat menunjang proses perawatan terhadap pasien/klien.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan penulis dalam pembuatan makalah yang bertemakan “Karbohidrat” adalah :
1. Mengetahui defenisi karbohidrat
2. Mengetahui macam-macam karbohidrat
3. Mengetahui fungsi karbohidrat
4. Mengetahui sumber karbohidrat
5. Mengetahui akibat kekurangan dan kelebihan karbohidrat
6. Mengetahui defenisi lemak
7. Mengetahui fungsi lemak
8. Mengetahui kebutuhan lemak
9. Mengetahui sumber lemak
10. Mengetahui akibat kekurangan dan kelebihan karbohidrat
11. Mengetahui defenisi protein
12. Mengetahui jenis-jenis protein
13. Mengetahui fungsi protein
14. Mengetahui sumber protein
15. Mengetahui akibat kekurangan dan kelebihan protein



BAB II
ISI

2.1 . Karbohidrat
2.1.1 Definisi Karbohidrat 
Zat gizi makro yaitu tiga kelompok utama karbohidrat (monosakarida , disakarida , dan polisakarida). Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama zat kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda walaupun terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Karbohhidrat mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur , dan lain-lain. Karbohidrat yang terasa manis disebut gula (sakarin). Dari beberapa golongan karbohidrat, ada yang berfungsi sebagai penghasil serat yang sangat bermanfaat sebagai diet (dietary fiber) yang berguna bagi pencernaan manusia. (Atikah Proverawati,2009)
Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organic yang mengandung atom karbo , hydrogen dan oksigen , dan pada umumnya unsur hydrogen dan oksigen dalam komposisi menghasilkan H¬¬2¬O . Karbohidrat didalam tubuh dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagai dari gliserol lemak. Akan tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari , terutama sumber bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hati dan karbohidrat dalam bentuk laktosa hanya dijumpai didalam susu, pada tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dibentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses  foto sintesis didalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung hijau daun (klorofil) . Matahari merupakan sumber dari seluruh kehidupan , tanpa matahari tanda-tanda kehidupan tidak akan dijumpai. (Atikah Proverawati,2009)
Semua jenis karbohidrat terdiri atas unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O). Perbandingan antara hidrogen dan oksigen pada umumnya adalah 2:1 seperti halnya dalam air; oleh karena itu diberi nama karbohidrat. Dalam bentuk sedernaha, formula umum karbohidrat adalah CnH2nOn. Hanya heksosa (6-atom karbon), pentosa (5-atom karbon), dam polimernya memegang peranan penting dalam ilmu gizi. (Sunita Almatsier, 2002)
Karbohidrat juga berperan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya warna, rasa, tekstur dan lain-lain. Sedangkan dalam tubuh karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan protein yang berlebihan, kehilangan mineral dan berguna untuk metabolisme lemak dan protein (Winarno, 2002)

2.1.2 Macam – Macam Karbohidrat
Karbohidrat yang terdapat pada makanan dapat dikelompokan menjadi tiga:
1. MONOSAKARIDA
Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana (simple sugar). Monosakarida larut didalam air dan rasanya manis , sehingga secara umum dsebut juga gula, dalam ilmu gizi hanya ada tiga jenis monosakarida yang penting yaitu glukosa, fruktosa dan galaktosa. Penamaan kimianya selalu berakhiran –osa.
a) Glukosa
Sering dsebut gula anggur atau dekstosa banyak dijumpai dialam , terutama pada buah-buahan, sayur-sayuran, madu, sirup jagung, dan tetes tebu. Glukosa banyak dijumpai didalam aliran darah (disebut kadar gula darah) dan berfungsi sebagai penyedia energy bagi seluruh sel-sel dan jaringan tubuh , pada keadaan fisiologis kadar gula darah sekitar 80-120mg %.
b) Fruktosa 
Disebut juga gula buah ataupun levulosa. Ini adalah jenis sakarida yang paling manis, banyak dijumpai pada mahkota bunga, madu dan hasil hirdolisis gula tebu.
c) Galaktosa 
Di alam tidak dijumpai  dalam bentuk bebas , galaktosa yang ada didalam tubuh merupakan hasil hidrolisis dari laktosa .
2. DISAKARIDA
Merupakan gabungan antara dua monoksida. Pada bahan makanan, disakarida terdapat 3 jenis yaitu sukrosa, maltosa, dan laktosa.
a) Sukrosa
Adalah gula yang kita pergunakan sehari-hari , sehingga lebih sering disebut gula meja atau gula pasir dan disebut juga gula invert.
b) Maltosa
Mempunyai 2 moloekul monosakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa . didalam tubuh maltose didapatkan dari hasil pemecahan amilum, lebih mudah dicerna dan rasanya lebih enak dan nikmat .
c) Laktosa
Mempunyai dua molekul monosakarida yang terdiri dari satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa , lakktosa kurang larut didalam air.
3. OLIGOSAKARIDA
Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh monosakarida (oligo berarti sedikit). Sebetulnya disakarida termasuk dalam oligosakarida, tetapi karena perannya dalam ilmu gizi sangat penting maka dibahas secara terpisah.
a) Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa 
Adalah oligosakarida yng terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenos oligosakarida ini terdapat didalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim pencernaan. Seperti halnya polisakarida nonpati, oligosakarida ini didalam usus besar mengalami fermentasi.
b) Fruktan
Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terkait dengan satu molekul glukosa. Panjang rantai bisa sampai 3 hingga 50 unit, bergabung pada sumbernya. Fruktan terdapat didalam serealia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus. Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian besar di dalam usus besar difermentasi.
4. POLISAKARIDA
Merupakan senyawa karbohidrat kompleks , dapat mengandung lebih dari 60.000 molekul monosakarida yang tersusun rantai halus ataupun bercabang. Polisakarida rasanya tawar (tidak manis) , tidak seperti monosakarida dan disakarida. Didalam ilmu gizi ada 4 jenis yang ada hubungannya yaitu :
a) Amillum (zat pati)
Merupakan sumber energi utama bagi orang dewasa diseluruh penduduk dunia , terutama dinegara sedang berkembang oleh karena dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok.
b) Deksrin
Merupakan zat antara dalam pemecahan amilum molekulnya lebih sederhana, lebih mudah larut didalam air , dengan iodium akan berubah menjadi warna merah.
c) Glikogen
Merupakan zat pati hewani , terbentuk dari ikatan 1000 molekul , larut didalam air (pati nabati tidak larut dalam air) dan bila bereaksi dengan iodium akan menghasilkan warna merah.
d) Selulosa
Hampir 50% karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah selulosa , karena selulosa merupakan bagian yang terpenting dari dinding sel tumbuh-tumbuhan.

2.1.3 Fungsi karbohidrat
Fungsi Karbohidrat didalam tubuh adalah :
a) Fungsi utamanya adalah sumber energy (1gram karbohidrat menghasilkan 4kalori ) bagi kebutuhan sel-sel jaringan tubuh. Sebagian dari karbohidrat diubah langsung menjadi energy untuk aktifitas tubuh , dan sebagian lagi disimpan dalam bentuk glikogen dihati dan diotot.
b) Melindungi protein agar tidak dibakar sebagai penghasil energy
c) Apabila karbohidrat ang dikonsumsi tidak memcukupi untuk kebutuhan energy tubuh dan jika tidak cukup terdapat lemak didalam makanan atau cadangan lemak yang disimpan didalam tubuh, maka protein akan menggantikan fungsi karbohidrat sebagai penghasil energy , dengan demikian protein akan meninggalkan fungsi utamanya.
d) Membantu metabolism lemak dan protein, sehingga dapat mencegah terjadinya ketosis dan pemecahan protein yang berlebihan.
e) Didalam hepar berfungsi untuk mendetoksifikasi zat-zat toksik tertentu.
f) Beberapa jenis karbohidrat mempunyai fungsi khusus didalam tubuh , laktosa misalnya berfungsi membantu penyerapan kalsium . ribosa merupakan komponen yang penting dalam asam nukleat.
g) Selain itu beberapa golongan karbohidrat yang tidak dapat dicerna , mengandung serat (distary fiber) berguna untuk mencerna dalam memperlancar defekasi.
h) Bahan pembentuk asam amino esensial, metabolism normal lemak , menghemat protein, meningkatkan pertumbuhan bakteri usus , mempertahankan gerak usus , meningkatkan konsumsi protein , mineral dan vitamin B .

2.1.4 Sumber Karbohidrat
Sumber karbohidrat adalah padi-padian atau serealia , umbi-umbian , kacang- kacangan kering dan gula . Hasil oleh bahan-bahan ini adlah bihun,mie , roti , tepung-tepungan , selai , sirup dan sebagainya . sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat, sayur dan umbi-umbian seperti wortel dan bit serta sayur kacang-kacangan relative lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayur daun-daunan . Bahan makanan hewani seperti daging , ayam , ikan dan telur dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat, Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok diindonesia adalah beras, jagung, umbi, singkong, talas, dan sagu. (Sunita Almatsier, 2002)

2.1.5 Kelebihan dan Kekurangan Karbohidrat
Jika tubuh kelebihan karbohidrat, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak dibawah kulit maupun protein jika diperlukan. Pada proses metabolisme, terdapat jalur metabolisme yang memungkinkan karbohidrat diubah menjadi penyusun lemak atau protein tubuh. Sehingga penyakit yang ditimbulkan berupa kegemukan atau pun obesitas.
Sedangkan apabila kekurangan karbohidrat, untuk menghasilkan energi tubuh menggunakan cadangan lemak. Jika cadangan lemak habis, tubuh menggunakan cadangan protein. Dibandingkan karbohidrat, lemak menghasilkan energi lebih besar namun prosesnya lebih lambat. Adapun protein lebih sedikit menghasilkan energi. Damapak yang ditimbulkan seperti kekurusan pada tubuh.

2.2.LEMAK (Lipid)
2.2.1 Definisi Lemak (Lipid)
Lemak (lipid) adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energy yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar didalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu makanan dan hasil produksi organ hati , yang bisa disimpan didalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Asam lemak rantai panjang diklasifikasikan menurut derajat kejenuhannya, yaitu asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh, dan asam lemak tidak jenuh poli. ( Atikah Proverawati, 2009)
Asam lemak merupakan asam organik yang terdiri atas rantai hidrokarbon lurus yang pada satu ujung mempunyai gugus karboksil (COOH) dan pada ujung lain gugus metil (CH3). Asam lemak alami biasanya mempunyai rantai dengan jumlah atom karbon genap, yang berkisar antara empat hingga 22 karbon. Asam lemak dibedakan menurut jumlah karbon yang diakndungnya yaitu asam lemak rantai pendek (6 atom karbon atau kurang), rantai sedang (8 hingga 12 karbon), rantai panjang (14-18 karbon), dan rantai sangat panjang (20 atom atau lebih). (Sunita Almatsier, 2002)
Secara klinis yang penting adalah :
1. Kolesterol
Adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat , kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantarra untuk pembentukan sejumlah komponen penting vitamin D.
2. Trigliserida ( lemak netral )
Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida adalah suatu ester gliserol, trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol, apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserid, fungsi utama trigliserida adlah sebagai zat energi.
3. Fosfolid
Merupakan gabungan dari fosfat dengan lipid.
4. Asam Lemak
Menurut ada atau tidaknya ikatan rangkap yang terkandung asam lemak , maka asam lemak dapat dibagi menjadi :
a. Asam Lemak jenuh
Asam lemak jenuh merupakan asam lemak yang mempunyai ikatan tunggal atom karbon (C) , pada masing-masing atom c ini akan berikatan dengan atom H.
b. Asam Lemak tidak jenuh tunggal
Asam lemak tak jenuh tunggal merupakan asam lemak yang selalu mengandung 1 ikatan rangkap 2 atom C dengan kehilangan paling sedikit 2 atom H.
c. Asam Lemak tak jenuh ganda
Asam lemak tak jenuh dengan ikatan rangkap banyak merupakan asam lemak yang mengandung lebih dari 1 ikatan atom , Asam lemak ini  akan kehilangan paling sedikit 4 atom H .

2.2.2 Fungsi Lemak
a. Sumber Energi
Lemak dan minyak merupakan sumber energi paling padat, yang menghasilkan 9 kkalori untuk tiap gram, yaitu 2 ½  kali besar energi yang dihasilkan oleh karbohidrat dan protein dalam jumlah yang sama.
Sebagai simpanan lemak, lemak merupakan cadangan energi tubuh paling besar. Simpanan ini berasal dari konsumsi berlebihan salah satu atau kombinasi zat-zat energi: karbohidrat, lemak, dan protein. Lemak tubuh pada umumnya disimpan sebagai berikut : 50% dijaringan bawah kulit (subkutan), 45% di sekeliling organ dalam rongga perut, dan 5% di jaringan intramuskuler.
b. Sumber Asam Lemak Esensial
Lemak merupakan sumber asam lemak esensial asam linoleat dan linolenat
c. Alat Angkut Vitamin Larut Lemak
Lemak mengandung vitamin larut lemak tertentu. Lemak susu dan minyak ikan laut tertentu mengandung vitamin A dan D dalam jumlah berarti. Hampir semua minyak nabati merupakan sumber vitamin E. Minyak kelapa sawit mengandung banyak karotenoid (provitamin A). Lemak membantu transportasi dan absorpsi vitamin larut lemak yaitu A, D, E, dan K.
d. Menghemat Protein
Lemak menghemat penggunaan protein untuk sentesis protein, sehingga protein tidak digunakan sebagai sumber energi.
e. Memberi Rasa Kenyang dan Kelezatan
Lemak memperlambat sekresi asam lambung dan memperlambat pengosongan lambung, sehingga lemak memberi rasa kenyang lebih lama. Disamping itu lemak memberi tekstur yang disukai dan memberi kelezatan khusus pada makanan.
f. Sebagai Pelumas
Lemak merupakan pelumas dan membantu pengeluaran sisa pencernaan
g. Memelihara Suhu Tubuh
Lapisan lemak dibawah kulit mengisolasi tubuh dan mencegah kehilangan panas tubuh secara cepat, dengan demikian lemak berfungsi juga dalam memilihara suhu tubuh.
h. Pelindung Organ Tubuh
Lapisan lemak yang menyelubungi organ-organ tubuh, seperti jantung, hati, dan ginjal membantu menahan organ-organ tersebut tetap di tempatnya dan melindunginya terhadap benturan dan bahaya lain.

2.2.3 Kebutuhan Lemak
Kebutuhan lemak tidak dinyatakan secara mutlak. WHO (1990) menganjurkan konsumsi lemak sebanyak 15-30% kebutuhan energi total dianggap baik untuk kesehatan , jumlah ini memenuhi kebutuhan akan asam lemak esensial dan untuk membantu penyerapan vitamin larut-lemak . Di antara lemak yang dikonsumsi sehari dianjurkan paling banyak 10% dari kebutuhan energi total berasal dari lemak jenuh 3-7% dari lemak tidak jenuh ganda . konsumsi kolesterol yang dianjurkan adalah < 300mg/hari. (Sunita Almatsier, 2002)

2.2.4 Sumber Lemak
Sumber utama lemak adalah minyak tumbuh-tumbuhan (minyak kelapa, minyak sawit , kacang tanah , kacang kedelai , jagung , dan sebagainya ) mentega , margarin , dan lemak hewan (lemak daging dan ayam) . Sumber lemak lain adalah kacang-kacangan , biji-bijian , daging dan ayam, gemuk , krim , susu , keju dan kuning telur , serta makanan yang dimasak dengan lemak atau minyak , sayur dan buah (kecuali alpokat) sangat sedikit mengandung lemak.
Kolesterol didalam tubuh terutama diperoleh dari hasil sintesis dalam hati , Bahan bakunya diperoleh dari karbohidrat , protein dan lemak . Jumlah yang disintesiskan bergantung pada kebutuhan tubuh dan jumlah yang diperoleh dari makanan.
Kolesterol hanyat terdapat didalam makanan asal hewan , sumber utama kolesterol adalah hati , ginjal , dan kuning telur , setelah daging , susu penuh dan keju serta udang dan kerang. Ikan dan daging ayam sedikit mengandung kolesterol . Oleh karena iru dianjurkan diet rendah kolesterol. (Sunita Almatsier, 2002)

2.2.5 Kelebihan dan Kekurangan Lemak 
Apabila kelebihan lemak didalam tubuh, maka lemak tersebut akan menumpuk dibawah kulit sehingga dapat menybabkan kegemukan atau obesitas, mengurangi resiko alergi, asama, eksem, infeksi dan lebih dari itu dapat menunjang kesehatan mental pula.
Sedangkan apabila kekurangan lemak, maka dapat menimbulkan depresi, dyslexia (anak yang sulit membca), sulit konsentrasi, autis, merasa lelah, daya ingat yang lemah dan masalah pda perilaku.
2.3. PROTEIN
2.3.1 Definisi Protein
Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh protein, separuhnya ada didalam otot, seperlima didalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh didalamkulit, dan selebihnya didalam jaringan tubuh lain, dan cairan tubuh. Disamping itu asam amino yang membentuk protein bertindak sebagai precursor sebagian besar koenzim, hormone, asam nukleat, dan molekul-molekul yang penting didalam kehidupan. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu  membangun serta  memelihara sel-sel dan jaringan tubuh.
Protein  adalah senyawa kimia yang mengandung asam amino , tersusun atas atom-atom C,H,O, dan N . Protein berasal dari kata proteos yang berarti menduduki tempat pertama . Pada zaman dahulu (1838) protein dianggap sebagai makanan paling penting dan memiliki khasiat yang sangat istimewa bagi tubuh sehingga sering disebut “Protein Mystique” . (Irianto Djoko Pekik. 2007)

2.3.2 Jenis- Jenis Protein
Jenis-jenis protein:
1. Protein Lengkap (Complete protein )
Yang berfungsi untuk pertumbuhan , pergantian jaringan yang rusak dan uas , dan untuk keperluan lain seperti pembentukan enzim , hormone , antibody serta energi yang diperlukan. Telur dan susu merupakan contoh protein lengkap karena mengandung seluruh asam amino esensial dengan jumlah yang mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan.
2. Protein Setengah Lengkap ( half-complete protein )
Juga memiliki semua fungsi untuk pertumbuhan karena asam-asam amino yang dikandungnya tidak cukup bagi pembentukan jaringan tubuh yang baru. Contohnya adalah makanan sumber protein hewani lainya diluar telur dan susu seperti daging, serta ayam dan ikan.
3. Protein Tidak Lengkap (incomplete protein)
Merupakan jenis-jenis makanan sumber protein nabati seperti kacang- kacangan dan biji-bijian serta sereal . Jenis ini tidak dapat digunakan untuk pertumbuhan dan pergantian jaringan rusak/aus karena jenis-jenis asam amino esensialnya tidak lengkap.

2.3.3 Fungsi Protein
Fungsi dari protein adalah :
a. Pertumbuhan dan Pemeliharaan
Sebelum sel-sel dapat mensintesis protein baru, harus tersedia semua asam amino esensial yang diperlukan dan cukup nitrogen atau ikatan amino (NH2) guna pembentukan asam-asam amino nonesensial yang diperlukan. Pertumbuhan atau penambahan otot hanya mungkin bila tersedia cukup campuran asam amino yang sesuai termasuk untuk pemeliharaan dan perbaikan.
b. Pembentukan Ikatan-ikatan Esensial Tubuh
Hormon-hormon seperti tiroid, insulin, dan epinefrin adalah protein, demikian pula berbagai enzim. Ikatan-ikatan ini bertindak sebagai katalisator atau membantu perubahan-perubahan biokimia yang terjadi didalam tubuh.
c. Mengatur keseimbangan air
Cairan tubuh terdapat didalam tiga kompartemen: intraseluler (didalam sel), ekstraseluler/intraseluler (di antara sel), dan intravaskuler (di dalam pembuluh darah). Keseimbangan ini diperoleh melalui sistem kompleks yang melibatkan protein dan eloktrolit.
d. Memelihara Netralitas Tubuh
Protein tubuh bertindak sebagai buffer, yaitu bereaksi dengan asam dan basa untuk menjaga pH pada taraf konstan. Sebagian besar jaringan tubuh berfungsi dalam keadaan pH netral atau sedikit alkali (pH 7,35 – 7,45).
e. Pembentukan antibodi
Kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi bergantung pada kemampuannya untuk memproduksi antibodi terhadap organisme yang menyebabkan infeksi tertentu atau terhadap bahan-bahan asing yang memasuki tubuh. Kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi terhadap bahan-bahan racun dikontrol oleh enzim-enzim yang terutama terdapat di dalam hati.
f. Mengangkat Zat-zat Gizi
Protein memegang peranan esensial dalam mengangkut zat-zat gizi dari saluran cerna melalui dinding saluran cerna ke dalam darah, dari darah ke jaringan-jaringan, dan melalui membran sel ke dalam sel-sel. 
g. Sumber Energi
Sebagai sumber energi, protein ekivalen dengan karbohidrat, karena menghasilkan 4 kkal/g protein. Namun, protein sebagai sumber energi relatif lebih mahal, baik dalam harga maupun dalam jumlah energi yang dibutuhkan untuk metabolisme energi.

2.3.4 Sumber Protein
Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu , seperti telur , susu , daging , unggas , ikan , dan kerang . sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasilnya , seperti tempe dan tahu , serta kacang-kacangan yang lain . Kacang kedelai merupak sumber protein nabati yang mempunyai mutu atau nilai biologi tertinggi . seperti telah dijelaskan semula protein kacang-kacangan terbatas dalam asam amini metionin.
Padi – padian dan hasilnya relative rendah dalam protein , tetapi karena dimakan dalam jumlah banyak , memberi sumbangan besar terhadap konsumsi protein sehari . Seperti telah dijelaskan terlebih dahulu protein padi-padian tidak komplit , dengan asam amino pembatas lisin. Menurut catatan Biro Pusat Statistik tahun1999 , rata-rata 51,4% konsumsi protein penduduk sehari berasal dari padi-padian.
Bahan makanan hewani kaya dalam protein bermutu tinggi , tetapi hanya merupakan 18,4% konsumsi protein rata-rata pemduduk Indonesia. Bahan makanan nabati yang kaya dalam protein adalah kacang-kacangan . Kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein hanya 9,9%. Sayur dan buah-buahan rendah protein , kontribusinya rata-rata terhadap konsumsi protein adalah 5,3%. Gula ,sirup , lemak , dan minyak murni tidak mengandung protein.
Dalam  merencanakan diet , disamping memperhatikan jumlah protein perlu diperhatikan pola mutunya , protein hewani pada umunya mempunyai susunan asam amino yang paling sesuai untuk kebutuhan manusia . akan tetapi harga relatifnya mahal. Untuk menjamin mutu protein dalam makan sehari-hari , dianjurkan sepertiga bagian protein yang dibutuhkan berasal dari protein hewani.
Catatan BPS pada tahun 1999 , menunjukan secara nasional konsumsi protein sehari-hari rata-rata penduduk Indonesia adalah 48,7 gram sehari. Ini telah melebihi rata-rata standar  kecukupan protein sehari 45 gram . (Sunita Almatsier, 2002)
2.3.5 Akibat Kekurangan Protein
Kekurangan protein banyak terdapat pada masyarakat social ekonomi rendah . Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun (balita). Istilah kwashiorkor pertama diperkenalkan oleh Dr. Cecily Williams  pada tahun 1933 ketika ia menemukan keadaan ini di Ghana ,Afrika . Dalam bahasa Ghana kwashiorkor artinya penyakit yang diperoleh anak pertama , bila anak kedua sedang ditunggu kelahiranya . Kekurangan protein sering ditemukan secara bersamaan dengan kekurangan energi yang menyebabkan kondisi yang dinamakan marasmus. Sindroma gabungan antara dua jenis kekurangan ini dinamakan energy-protein malnutrition/EPM atau kurang energi protein /KEP atau kurang kalori protein/KKP . sindroma ini merupakan salah satu maslah gizi diindonesia.
A. Kwashiokor
Kwashiorkor lebih banyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang sering terjadi pada anak yang terlambat menyapih sehingga komposisi gizi makanan tidak seimbang terutama dalam hal protein. Kwashiorkor dapat terjadi pada konsumsi energi yang cukup atau lebih. Gejalanya adalah petumbuhan terhambat , otot-otot berkurang dan melemah , edema , muka bulat seperti bulan (moonface) dan gangguan psikomotorik . Edema terutama pada perut , kaki  dan tangan merupakan ciri khas dari kwashiorkor dan kehadiranya erat berkaitan dengan albumin dalam serum . Anak apatis , tidak ada nafsu makan , tidak gembira dan suka merengek . kulit mengalami depigmentasi , kering , bersisik , pecah-pecah dan dermatosis , luka sukar sembuh. Rambut mengalami depigmentasi , menjadi lurus , kusam , halus , dan mudah rontok (rambut jagung) hati membesar dan berlemak : sering disertai anemia dan xeroftalmia , jarang ditemukan dengan orang dewasa.
B. Maramus
Maramus berasal dari kata yunani yang berarti wasting/merusak . marasmus pada umumnya merupakan penyakit pada bayi (dua belas bulan pertama) , Karena terlambat diberi makanan tambahan . Penyakit ini dapat terjadi karena penyapihan mendadak , formula penganti ASI terlalu encer dan tidak higines atau sering terkena infeksi terutama gastroenteritis , marasmus berpengaruh jangka panjang terhadap mental dan fisik yang sukar diperbaiki.
Marasmus adalah penyakit kelaparan dan terdapat banyak diantara kelompok social ekonomi rendah disebagian besar negara sedang berkembang dan lebih banyak daripada kwashiorkor . Gejalanya adalah pertumbuhan terhambat , lemak dibawah kulit berkurang serta otot-otot berkurang dan melemah . berat badan lebih banyak berpengaruh daripda ukuran kerangka , seperti panjang , lingkar kepala dan lingkar dada.berkurangnya otot dan lemak dapat diketahui dari pengukurann lingkar lengan , lipatan kulit daerah bisep, trisep dan scapula dan umbilical . Anak apatis dan terlihat seperti sudah tua , tidak ada edema , tetapi seperti pada kwashiorkor kadang-kadang terjadi perubahan pada kulit, rambut dan pembesaran hati. Anak sering kelihatan waspada dan lapar . sering terjadi gastroenteritis yang diikuti oleh dehidrasi , infeksi saluran pernapasan , tuberculosis , cacingan berat  dan banyak penyakit lain. (Sunita Almatsier, 2002)
2.3.6 Akibat Kelebihan Protein
Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh . Makanan yang tinggi protein biasanya tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan obesitas. Diet protein tinggi yangse ring diajurkan untukme nurunkan berat badan kurang beralasan. Kelebihan protein dapat menimbulkan masalah lain , terutama pada bayi , kelebihan asam amino memberatkan ginjak dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen. Kelebihan protein akan menimbulkan asidosis , dehidrasi , diare , kenaikan amoniak darah , kenaikan ureum darah dan demam. Ini terlihat pada bayi yang diberi susu skim atau formula dengan konsentrasi tinggi sehingga konsumsi protein yang berlebih mencapai 6g/kg berat badan. Batas yang dianjurkan untuk konsumsi protein adalah dua kali angka kecukupan gizi (AKG) untuk protein. (Sunita Almatsier, 2002)



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Zat gizi makro yaitu tiga kelompok utama karbohidrat (monosakarida , disakarida , dan polisakarida). Di dalam zat gizi makro terdapat beberapa komponen antara lain : karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat sebagai zat gizi merupakan nama zat kelompok zat-zat organik yang mempunyai struktur molekul yang berbeda-beda walaupun terdapat persamaan-persamaan dari sudut kimia dan fungsinya. Lemak (lipid) adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energy yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar didalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan didalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Sedangkan protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air.

3.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis mengharapkan kepada para mahasiswa keperawatan khususnya, agar dapat memahami dan menambah pengetahuan kita tentang zat gizi makro. Serta diharapkan kritik dan saran yang membangaun dari berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini.




DAFTAR PUSTAKA
1. Almatsier, Sunita. 2002. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.  Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
2. F.G. Winarno. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT Gramedia Utama
3. Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi & Diet Rumah Sakit. Jakarta : EGC
4. Proverawati, Atikah. 2009. Gizi Untuk Kebidanan. Jakarta : Nuha Medika
5. Sediaoetama Achmad Djeine. 2000. Ilmu Gizi. Jakarta Timur : Dian Rakyat



Read More...